Wednesday, August 27, 2008

Tamara Bleszynski gagal rebut hak asuh anak

Tamara BleszynskiWalaupun sesuai dengan undang-undang yang berlaku mengenai hak asuh anak itu sebenarnya ada pada ibu kandungnya, tapi Tamara Bleszynski tak bisa mendapatkan hak asuhnya anaknya, Teuku Rasya Islamay Pasha yang sekarang hak asuhnya ada pada Teuku Rafly Pasha.

Kegagalan Tamara Bleszynski ini dikarenakan PK (Peninjauan Kembali) yang diajukan ke Mahkamah Agung telah ditolak.

Ternyata seorang ibu kandung yang ingin berkumpul dengan anak satu-satunya itu, harus mengubur impiannya itu pasalnya Mahkamah Agung telah memberitahukan salinan putusan dengan nomer perkara 73/PK/AG/2007 yang dikirim oleh MA ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan 25 Agustus lalu.

"Benar, kita sudah menerima surat salinannya dari MA. Tapi saya enggak tahu alasan pastinya, mengapa PK Tamara di tolak oleh MA. Cuma disebutkan PK ini tidak sesuai dengan syarat-syarat pengasuhan anak," ujar M Abduh Sulaeman, saat ditemui di kantornya di Jalan Rambutan VII, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2008).

Sebagai orang tua apalagi seorang ibu kandung akan merasa sangat sedih jika tak bisa hidup bersama dengan anaknya, memangnya Tamara Bleszynski ini pernah melakukan kesalahan seperti apa ya hingga Mahkamah Agung menolak PK dari Tamara Bleszynski ?

Wednesday, August 6, 2008

Harapan Ferdy untuk keluarganya

Ferdy TahierFerdy Tahier sangat mengharapkan dengan adanya media pemberitaan mengenai dirinya dengan tanggungjawab penuh membenarkan kabar yang telah beredar mengenai dirinya yang berpoligami. Ferdy memiliki dua istri yaitu Fabiola Evans dan Geraldine Medianti.

"Mudah-mudahan setelah berita ini disiarkan, tidak ada ganjalan di hati saya," ungkapnya.

Ganjalan yang ada dihati Ferdy ini membuat khawatir dengan perkembangan keluarganya yang telah dibina tanpa ada masalah yang signifikan.

"Saya masih ada ketakutan keluarga yang telah dibina akan ada hujatan dan ejekan, padahal mereka tidak pantas mendapatkannya. Mereka semua kesayangan saya, mudah-mudahan jangan terpecah karena mereka telah mengorbankan perasan mereka untuk saya, dan seharusnya mereka mendapat penghargaan karena telah menjadi orang yang suci, tulus, dan sayang pada saya," paparnya.