Wednesday, September 24, 2008

Nadine pamerkan batik jutaan rupiah di Bangkok

Nadine ChandrawinataSebagai mantan Putri Indonesia, Nadine Chandrawinata mendapat kesempatan untuk menghadiri Festival Film Asia di Bangkok. Namun yang membuat bangga dengan rencana Nadine Chandrawinata adalah Nadine akan mengenakan batik saat berjalan di Red Carpet atau memasuki lokasi Festival tersebut. Walaupun Indonesia tidak mengikuti Festival tersebut namun Nadine mendapat kesempatan untuk hadir diacara tersebut. Nadine berangkat ke Bangkok bersama dengan adiknya Mischa Chandrawinata, dan akan berangkat tanggal 24 September 2008 karena acara Festival tersebut dimulai tanggal 27-29 September 2008.

"Kita akan menghadiri Festival Film Asia di Bangkok dan kita mewakili Indonesia untuk men-support dan memberikan testimonial. Di sana lebih merayakan aja. Di festival ini Indonesia tidak ikut mewakili," ungkap Nadine ketika berada di gedung The East, Mega Kuningan, Jakarta Selatan (24/9/2008).

Nadine rencananya akan mengenakan baju batik warna cokelat seharga Rp. 12 juta pada saat tanggal 27 Sept 2008 atau Red Carpet, kemudian pada tanggal 28 Sept 2008 yaitu Gala Dinner, Nadine akan mengenakan batik berbahan sutra warna biru mengkilat seharga Rp. 16 juta, dan dihari terakhir penganugerahan Award, Nadine akan mengenakan batik warna biru seharga Rp. 12,995 juta.

Mengenai Indonesia tidak ikut serta dalam Festival Film Asia sebagai pesertanya, menurut Nadine tidak harus disesali.

"Tidak perlu disesali, karena perfilman Indonesia, masih bisa belajar lagi. Dan masih dalam proses pembelajaran. Sebenarnya kita berdua juga cukup kaget bisa diundang ke sana. Dan ini jadi kebanggaan buat kita bisa mewakili Indonesia bisa hadir di sana. Rencananya, aku di sana akan menggunakan tiga buah baju, yang bernuansa batik, agar menunjukkan bahwa batik itu berasal dari Indonesia. Sekaligus dalam rangka "Visit Indonesia Year". Di sana kita akan memberikan testimonial tentang film Indonesia," tambahnya.

Siapa lagi artis ataupun warga Indonesia yang akan menyusul mempromosikan batik kita?

Wednesday, August 27, 2008

Tamara Bleszynski gagal rebut hak asuh anak

Tamara BleszynskiWalaupun sesuai dengan undang-undang yang berlaku mengenai hak asuh anak itu sebenarnya ada pada ibu kandungnya, tapi Tamara Bleszynski tak bisa mendapatkan hak asuhnya anaknya, Teuku Rasya Islamay Pasha yang sekarang hak asuhnya ada pada Teuku Rafly Pasha.

Kegagalan Tamara Bleszynski ini dikarenakan PK (Peninjauan Kembali) yang diajukan ke Mahkamah Agung telah ditolak.

Ternyata seorang ibu kandung yang ingin berkumpul dengan anak satu-satunya itu, harus mengubur impiannya itu pasalnya Mahkamah Agung telah memberitahukan salinan putusan dengan nomer perkara 73/PK/AG/2007 yang dikirim oleh MA ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan 25 Agustus lalu.

"Benar, kita sudah menerima surat salinannya dari MA. Tapi saya enggak tahu alasan pastinya, mengapa PK Tamara di tolak oleh MA. Cuma disebutkan PK ini tidak sesuai dengan syarat-syarat pengasuhan anak," ujar M Abduh Sulaeman, saat ditemui di kantornya di Jalan Rambutan VII, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2008).

Sebagai orang tua apalagi seorang ibu kandung akan merasa sangat sedih jika tak bisa hidup bersama dengan anaknya, memangnya Tamara Bleszynski ini pernah melakukan kesalahan seperti apa ya hingga Mahkamah Agung menolak PK dari Tamara Bleszynski ?

Wednesday, August 6, 2008

Harapan Ferdy untuk keluarganya

Ferdy TahierFerdy Tahier sangat mengharapkan dengan adanya media pemberitaan mengenai dirinya dengan tanggungjawab penuh membenarkan kabar yang telah beredar mengenai dirinya yang berpoligami. Ferdy memiliki dua istri yaitu Fabiola Evans dan Geraldine Medianti.

"Mudah-mudahan setelah berita ini disiarkan, tidak ada ganjalan di hati saya," ungkapnya.

Ganjalan yang ada dihati Ferdy ini membuat khawatir dengan perkembangan keluarganya yang telah dibina tanpa ada masalah yang signifikan.

"Saya masih ada ketakutan keluarga yang telah dibina akan ada hujatan dan ejekan, padahal mereka tidak pantas mendapatkannya. Mereka semua kesayangan saya, mudah-mudahan jangan terpecah karena mereka telah mengorbankan perasan mereka untuk saya, dan seharusnya mereka mendapat penghargaan karena telah menjadi orang yang suci, tulus, dan sayang pada saya," paparnya.

Tuesday, July 15, 2008

Andi minta hadirkan saksi untuk kebenaran

Andy SorayaPerseteruan kasus tindak kekerasan di tempat dugem antara Andy Soraya dengan Sri Sukeisih digelar lagi di pengadilan Negeri Jakarta Selatan(15/4).

Dalam sidang tersebut diagendakan untuk menghadirkan saksi untuk mencari duduk permasalahan yang sebenarnya. Menurut Andy, dia tidak melakukan kekerasan tersebut terhadap Sri Sukeisih seperti yang dituduhkan telah melempar gelas yang mengenai keningnya.

"Karena sebelum ada kejadian tersebut tidak ada percekcokan. Kalaupun dia cemburu dengan siapa, saya tidak tahu karena banyak perempuan di situ," tutur Andy Soraya.

Karena tuduhan yang dilimpahkan ke Andy Soraya kurang tepat, posisi Andy cukup diringankan dengan menghadirkan saksi-saksi untuk mendapatkan pelaku pelemparan itu.

"Agar ketahuan bagaimana bentuk hidung, muka, dan sebagainya," tukasnya.

Penjaga keamanan dihadirkan dalam persidangan dan ternyata pernyataan dari sekuriti ini masih belum memberikan gambaran detail mengenai pelaku pelemparan gelas itu.

Wednesday, June 18, 2008

Julia Perez diminta tampil anggun oleh Menteri

Setelah Julia Perez membagi-bagikan kondom, Jupe begitu nama panggilan Julia Perez mendatangi Meutia Hatta Menteri Pemberdayaan Perempuan. Lantaran Jupe mendapat teguran dari Meutia Hatta, Jupe mendatangi Meutia Hatta dikantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat (18/6).

"Kata ibu, saya ini artis yang punya potensi. Saya senanglah di sebut seperti itu. Kata ibu, saya harus menggandeng Komisi Penanggulangan AIDS" ungkap Jupe usai bertemu dengan Meutia Hatta

Meutia Hatta sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan menginginkan Jupe untuk tampil lebih anggun dan jangan ikut kemauan orang agar tidak dicap miring oleh masyarakat.

"Seorang artis harus tahu betul bagaimana membawa dirinya jadi anggun dan tidak mudah terbawa kemauan orang. Be Your Self. Dan ini juga berlaku untuk Julia," kata Meutia Hatta.

Penyanyi Indonesia seperti Julia Perez sebenarnya memiliki potensi lebih maju daripada penyanyi Malaysia menurut penilaian Menteri Pemberdayaan Perempuan.

Monday, June 16, 2008

Masayu nikah Juli 2008

Masayu Anastasia yang beberapa waktu lalu dikabarkan telah hamil 2 bulan. Sekarang dikabarkan lagi mo nikah bulan depanatau bulan Juli 2008 ini dengan Lembu "Clubeighties". Diperkuat dengan keterangan Ahmad ketua RT tempat Masayu tinggal yaitu di bilangan Cilandak Barat, Jakarta Selatan yang menyebutkan orang tua Masayu meminta surat pengantar keterangan menikah.

"Benar orangtua Masayu sudah datang ke sini untuk meminta surat pengantar untuk menikah," ujar Ahmad.

Dan ketua RT juga menyebutkan bulan pernikahannya yaitu bulan Juli dan Pak Ahmad tidak mengetahui tanggal pasti pernikahannya.

"Bilangnya sama saya sih Juli. Cuma tanggalnya kapan itu nggak disebutkan," ungkap Ahmad.Sedangkan tempat pernikahan ketua RT tidak mengetahui akan hal tersebut.

"Waduh tempatnya juga nggak dibilang. Dia ke sini Cuma untuk minta surat aja. Tapi semuanya saya catat kok," pungkasnya.

Tuesday, June 10, 2008

Ahmad Dhani mengejar "Bos Aquarius" sebagai buron polisi

Bos dari studio rekaman "Aquarius Musikindo" yaitu Johanes Surjoko dan Suwardi Wijaya menjadi buron polisi karena laporan Ahmad Dhani ke polisi atas penipuan yang menimpa pada dirinya pada bulan Maret 2008 lalu.

Kedua bos Aquarius ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kasus ini sudah di P21 yang artinya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan kejaksaan juga sudah memberi teguran ke Polres Jakarta Pusat dan Dhani mendapatkan tanggapan yang kurang memuaskan.

"Sudah P21 dari 14 April, kenapa tidak disidangkan. Padahal pihak kejaksaan sudah melayangkan dua kali surat teguran ke Polres,"ujar Dhani di Studio Dewa 19, Jl. Pinang Mas III, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (10/6).

Dan akhirnya Dhani mengadukan hal ini ke Mabes Polri mengenai hal ini.

"Saya juga besok mau ngadu ke Propam Mabes Polri mau mempertanyakan keseriusan kerja dari pihak Polres Jakarta Pusat," kata Dhani.

Kasus penipuan ini bermula dari album ke 7 Dewa 19 akan beralih ke perusahaan rekaman EMI tapi hal itu melanggar kontrak dan Dewa 19 akan didenda US$ 1 juta, tapi JOhanes Surjoko bilang tidak apa-apa kepada Dhani untuk menandatangani kontrak, akhirnya Dewa 19 menandatangani kontrak dari EMI itu.

"Bos Aquarius Johanes Surjoko kemudian melancarkan rayuan agar Dhani dan kawan-kawan mau tanda tangan. "Pak Oo (panggilan akrab Johanes Surjoko-red) bilang nggak papa mas, tanda tangan aja dulu, yang soal denda nggak usah dipikirin, karena nggak akan dikenakan ke mas dhani dan kawan-kawan. Ternyata setelah kita tanda tangan dan kami pindah ke EMI, dituntutlah US$ 1 juta," jelas Dhani

Gara-gara tuntutan itu rumah Dhani sempat akan disita.